Kalau mendengar kata tepi sungai ( dalam bahasa Jawa tangkis) terkesan sesuatu yang tidak bermanfaat, hanya biasa saja. Terkesan tempat yang jorok, banyak kotoran, hanya digunakan untuk menggembala kambing, lalu lalangnya petani, dan becek. Namun jangan salah sangka,tepi sungai yang ini lain dari pada yang lain. Tepi sungai ini dapat dijadikan wahana yang mampu menyejukan hati.

Tahukah Anda di mana sungai itu? Tidak perlu jauh-jauh untuk menemukannya. Di desa Precet Kelurahan Kademangan terbentang sungai yang panjang yang aliran airnya mengarah ke wilayah Tulungagung. Untuk mencapai sungai di desa Precet ini Anda dapat menempuh rute dari permpatan Kelurahan Kademangan beloklah menuju desa Pandean lurus saja kurang lebih 1 KM. Anda akan menemukan jembatan. Itulah salah satu jembatan di sungai Precet. Sungai ini sangat panjang , ada banyak jembatan yang menghubungkan daerah utara dan selatan sungai. Tepian sungai ini cukup lebar, bisa dilalui sepeda motor dan sepeda ontel. Aliran airnya cukup deras. Di kanan dan kiri sungai terbentang area persawahan.

Tepian sungai ini dapat dijadikan tempat relaksasi. Bagi Anda yang tidak ingin mengeluarkan biaya besar untuk bersantai lintasilah tepian sungai ini. Dengan melintasi tepian sungai ini Anda akan merasakan sensasi yang beda di hati Anda. Di kanan kiri sungai terhampar sawah. Apabila pagi hari Anda berada di tepian sungai ini, Anda akan melihat keindahan matahari yang baru muncul menyinari padi yang daunnya melambai ditiup angin. Aliran sungai akan berkilau-kilau terkena pantulan sinar, gemericiknya aliran sungai yang melintasi jembatan menambah suasana yang asri. Sesekali masih terdengar kicauan burung di antara pepohonan dan itik yang berenang di sungai. Suasana seperti ini sungguh damai yang mampu menyejukan hati. Dengan memandang persawahan dimana para petani pagi-pagi sudah menyandang cangkul, menghalau sapi berjuang demi tanaman padi agar membuahkan hasil yang bagus. Mereka dengan telanjang kaki bergelut dengan lumpur, menaburkan benih, menaburkan pupuk dengan penuh harapan agar apa yang mereka tanam tidak akan dimakan hama. Begitu berat kerja mereka hanya demi perut-perut yang kosong, demi mulut-mulut yang diam.

Saat Anda menyaksikan pemandangan seperti ini, Anda dapat merenungkan diri, Anda bisa mawas diri, bisa merasakan bahwa yang Anda makan memerlukan pengorbanan yang tidak kecil. Dengan begitu Anda akan bersyukur akan karunia Tuhan dan tidak akan menyia-nyiakan makanan. Disamping itu udara yang bersih, bebas dari polusi dan bisingnya kendaraan akan menyehatkan organ dalam. Namun sayang jika siang hari masih terasa panas jika melintasi tepian sungai ini karena masih sedikit pepohonan.
Master plan pengembangan wisata river side


Dengan melihat situasi dan kondisi seperti di atas, kawasan ini bisa dikembangkan menjadi wisata “River Side.” Hal ini dilakukan karena saat ini wisatawan cenderung memilih wisata alam yang masih alami dan bersih dari polusi. Untuk meningkatkan daya tarik wisatawan maka tepian sungai ini harus diolah agar lebih sejuk, indah, asri, namun tetap alami, dan tersedia sarana yang dibutuhkan wisatawan.

Yang perlu dibenahi: (1) menanami pohon di tepi sungai dengan tanaman yang akarnya serabut agar tidak merusak dinding sungai dan menghalangi sinar matahari menyinari tanaman di sawah, (2) meratakan tepian sungai agar mudah dilalui namun jangan di aspal/cor/paping agar masih bersifat alami, (3) didirikan beberapa gubuk untuk istirahat wisatawan sambil menikmati keindahan sungai dan persawahan serta untuk penduduk menjajakan makanan tradisional seperti es kelapa muda, es dawet, klepon, cenil, gatot, cucur, onde-onde, dan lain-lain, (4) membuka lahan untuk belajar menamam padi, menggemburkan tanah dengan luku dan garu, dan (5) menyediakan kamar kecil, tempat sampah, dan tempat ibadah.

Khusus untuk lahan belajar menanam padi diupayakan menanam padi secara tradisional, ditempat itu disediakan intruktur yang menjelaskan bagaimana cara menggemburkan tanah dengan luku dan garu. Bahkan wisatawan diberi kesempatan menaiki luku/garu yang sedang dikendalikan intruktur dan ditarik sapi. Intruktur menjelaskan cara menyemaikan bibit padi, menancapkan benih padi, mengapa harus mundur,mengapa menanam padi tidak bisa hanya ditebar, bagaimana mengaliri airnya,kapan waktunya, dan bagaimana harus berbagi air dengan petani lain. Belajar menanam padi bagi anak-anak sekarang sudah merupakan pengalaman yang langka. Remaja sekarang lebih memilih bekerja di perusahaan/ toko dari pada bertani. Bagi orang kota belajar menanam padi dan terjun ke sawah merupakan petualangan dan pengalaman yang sangat berarti yang tidak bisa diperoleh di tempatnya tinggal.

Ketika wisatawan terjun ke sawah akan timbul gelak tawa yang bisa melupakan penat dan masalah rutinitas yang mereka hadapi. Secara otomatis akan membawa kecerahan jiwa saat mereka pulang dari situ. Jiwa dan pikiran mereka bisa segar kembali karena sudah bisa tertawa lebar,melampiaskan luapan rasa capek. Kata orang tertawa itu sehat asal tidak tertawa di kala sendirian. Untuk melengkapi suasanan pedesaan yang benar-benar alami pemerintah daerah bisa bekerjasama dengan penduduk yang berdomisili di Desa Jaten dengan menyewakan sepeda ontel kuno beserta caping untuk melintasi tepian sungai. Wisatawan yang ingin kembali bisa memutar melalui jembatan. Untuk melengkapi kekhasan pedesaan, di sekitar tempat persewaan sepeda, penduduk bisa menjual tanaman dalam polibek, tanaman hias, sovenir, dan oleh-oleh. Dengan pemanfaatan wisata “River Side” ini akan membantu perekonomian penduduk dan pemasukan bagi pemerintah daerah.

Galeri Foto










Dengan semaraknya berita yang beredar tentang makanan yang mengandung bahan-bahan berbahaya bagi kesehatan, menjadikan orang beralih ke makanan yang terbuat dari bahan-bahan alami dan pengolahannya secara tradisional. Jangan resah masih banyak makanan khas yang terbuat dari bahan-bahan alami. Salah satunya jajanan khas daerah.

Setiap daerah mempunyai makanan khas yang merupakan salah satu ciri dari daerah tersebut. Makanan khas ini juga bisa dijadikan daya tarik wisatawan maupun pengunjung yang hanya sekedar ingin mencicipi makanan khas tersebut. Bahkan kadang daerah tersebut lebih terkenal karena ke khasan makanannya. Misalnya nasi padang yang sudah terkenal dimana-mana dan menyebar di mana-mana. Misalnya lagi brem. Orang langsung menganggap kalau brem berasal dari Madiun, padahal sekarang sudah diproduksi di daerah lain.

Jika Anda berkunjung ke suatu tempat, keluarga di rumah pasti memesan oleh-oleh khas daerah yang Anda kunjungi. Tanpa membawa makanan khas daerah yang Anda kunjungi rasanya tidak lengkap. Daerah Jawa Timur merupakan daerah yang kaya akan aneka kuliner. Saat ini kuliner bisa dijadikan sasaran wisata. Terbukti di mana-mana banyak didirikan kafe, rumah makan, dan lesehan. Wisata kuliner ini dapat digunakan untuk menambah incame penduduk dan daya tarik wisatawan asal kuliner yang disajikan tidak membayakan kesehatan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Yang tidak kalah penting dalam menjual makanan jangan terlalu mahal yang akan membuat pembeli jera. Penjual harus menjaga mutu, rasa, dan harga. Unsur lain yang memegang peranan penting adalah pelayanan. Usahakan pembeli dilayani dengan ramah dan sopan.

Jika Anda kebetulan berkunjung ke Blitar dan ingin membeli oleh-oleh, datanglah ke kelurahan Kademangan. Di Kelurahan Kademangan ada sentra home industry jajanan khas Kademangan yang tidak Anda temukan di daerah lain. Tepatnya di Desa rejowinangun kurang lebih 8 KM dari Kota Blitar. Untuk menuju Desa rejowinangun tidaklah sulit. Dari jembatan Kademangan Anda belok kiri, lurus ke selatan sampai pada perempatan kantor kelurahan Kademangan Anda belok kiri arah Kampung coklat. Kurang lebih 1 KM dari kantor Desa kademangan Anda akan meemukan plakat produksi jenang dan geti, anda belok kiri. Di situlah Anda akan menemukan beberapa rumah produksi jajanan khas Kademangan. Anda bisa membeli jenang ketan, waji ketan, wajik kletik, madumongso, dan lain-lain. Anda bisa memilih sesuai selera dan kebutuhan.

Jajanan di sini tidak ada duanya di tempat lain. Mungkin namanya sama tetapi untuk rasa dan keawetan pasti lebih baik. Jajanan di sini dioleh secara tradisional dan menggunakan bahan-bahan yang tidak membahayakan kesehatan. Kemasannyapun masih dilakukan secara manual dan menggunakan bahan-bahan dari alam. Ada beberapa jenis jajanan yang bisa Anda beli di Desa Rejowinagun:

1. Jenang Ketan

Jenang ketan yaitu jenang yang rasanya manis, kenyal, biasanya dilengkapi dengan wijen, dan berwarna kecoklatan (warna gula merah). Jenang ketan dibuat ini dari tepung ketan, gula, santan kelapa, vanili, dan bahan penyedap. Proses pembuatannya memakan waktu kurang lebih 3 jam dengan cara memasukan gula sambil diaduk terus sampai larut, lalu masukan santan dan bumbu lain sampai mendidih lalu masukkan tepung ketan aduk terus sampai kalis. Pemasakan diproses dengan pengeringan di wajan dan tanpa pengawet. Bila telah masak dan kalis tuang dalam cetakan/ besek tunggu hingga dingin baru ditutup. Sebagian besar jenang ini dipesan untuk acara resepsi. Jenang yang diproduksi di Rejowinangun asli dari ketan sehingga hasilnya sangatlah istimewa, tekturnya lembut, halus, lentur dan representative. Jenang ini mampu bertahan kurang lebih 10 hari saja karena tidak menggunakan bahan pengawet.



2. Wajik Kletik


Wajik kletik adalah wajik yang rasanya manis, warnanya coklat agak kekuningan dan apabila dimakan akan menimbulkan sesasi di mulut yaitu timbul suara kletik-kletik maka dari itulah sehingga wajik ini dinamakan wajik kletik. Biasanya wajik kletik ini dibungkus dengan kulit jagung (klobot). Mungkin banyak ditemui hampir setiap daerah mempunyai makanan yang mirip namanya seperti halnya wajik kletik. Wajik kletik yang diproduksi di Rejowinangun sangatlah menonjolkan kekhasan rasa yang tidak anda temukan pada wajik kletik yang berasal dari daerah selain Blitar. Rasanya kletik-kletik, manis dan kasar di lidah. Keterpaduan rasa yang ada dalam wajik kletik ini menambah kenikmatanya.



3. Madu mongso

Madu mongso merupakan makanan yang rasanya manis ada asemnya dari asem tape ketan yang sangat kentara dan mewakili dari kesatuan cita rasa yang disajikan. Madu mongso merupakan makanan ringan asli daerah Jawa sehingga menjadi ikon Jawa. Bagi orang Jawa tidak merasa asing ketika mendengar jajan madu mongso karena orang tua kita biasa membuat saat ada acara seperti hajatan dan hari raya. Bagi orang yang ingin menikmati madu mangsa tanpa harus kerepotan membuatnya sendiri di rumah Anda bisa datang ke Rejowinangun.

Tape ketan adalah hasil dari fermentasi ketan yang dicampuri ragi. Madu mongso ini dibuat dari bahan tepung ketan, tape ketan, gula, dan santan. Santan inilah yang menjadikanya lebih nikmat. Proses yang digunakan sangat tradisional dan menggunakan bahan bakar kayu sehingga menghasilkan produk yang memberikan kepuasan selera tinggi anda terhadap jajanan madu mongso.



4. Opak gambir

Opak gambir merupakan jajanan khas Blitar yang rasanya manis, renyah, dan ada berbagai rasa antara lain rasa jahe, rasa wijen, coklat, dan lain-lain. Opak gambir ada yang berbentuk semprong, ada yang berbentuk contong, dan berbentuk lipat.

Opak gambir dibuat dari bahan tepung beras, gula, santan kental, kayu manis, minyak goreng untuk mengoles, dan perasa.

Cara membuatnya semua bahan dicampur, kecuali minyak goreng, aduk rata, dan agak kental. Olesi cetakan dngan sedikit minyak goreng, tuang adonan dan tekan cetakan. Setelah agak kering buka cetakan, keluarkan opak gambir, bentuk sesuai selera sebelum kering.

Masih tersedia jajanan yang lain di Rejowinangun, seperti kripik singkong, krupuk singkong, dan lain-lain.

Bila Anda berkunjung ke sentra home industry jajanan tradisional, selain anda bisa membeli oleh-oleh, Anda juga bisa melihat proses pengolahannya. Bagi yang ingin berwira usaha Anda bisa belajar membuat di sini. Perajin akan dengan senanghati melayani Anda untuk mengajari membuat jajanan tersebut. Bagi pelajar bisa memanfaatkan sentra produksi jajanan khas Kademangan ini untuk penelitian, mengerjakan tugas sekolah, misalnya kunjungan industri, laporan perjalanan, teknik pemasaran, dan lain-lain.

Selain manfaat ilmu yang diperoleh, ketika berlatih membuat jajanan, wisatawan bisa melatih diri untuk bersikap sabar, teliti, jeli, terampil, memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, mencari peluang, dan menghargai karya orang lain. Karena dengan belajar membuat mereka sekaligus bisa berlatih melakukan pekerjaan dengan penuh perhitungan, hati-hati, dan mempertimbangkan baik buruknya.

Dengan mengembangkan sentra jajanan tradisional di Desa rejowinangun menjadi wisata edukasi disamping wisata kuliner akan menambah potensi wisata di Kelurahan Kademangan. Pemerintah daerah/ Dinas pariwisata bisa bekerjasama dengan perajin sehingga pemerintah daerah bisa menjaring wisatawan agar tidak hanya berkunjung ke Kampung Coklat saja namun bisa ke obyek yang lain yang ada di Kelurahan Kademangan. Dari kerjasama ini akan saling menguntungkan. Bagi perajin akan menambah konsumen dan akan memperkenalkan produknya lebih luas. Bagi pemerintah daerah dapat menyumbangkan pemasukan bagi khas daerah.

Tahukah Anda Goa Nonong? Informasi ini semoga menjadi daya tarik Anda untuk berkunjung. Goa Nonong terletak di desa Plosorejo Kelurahan Kademangan. Bagi warga Kademangan goa ini sudah tidak asing lagi, namun bagi orang  di luar Kademangan masih kurang mengenal goa ini. Kalau dibaca dari namanya, pasti timbul pertanyaan di pikiran mereka, kok namanya Goa Nonong? Mengapa begitu? Mengapa begini? Penasaran? Seperi bentuk dahi orang saja. Ternyata goa ada juga yang nonong. Kata banyak orang, orang yang dahinya nonong menarik lo! Apakah goa ini juga menarik?

Ingin bukti menarik atau tidaknya, silakan Anda berkunjung ke Goa Nonong. Setelah Anda berkunjung ke goa ini baru Anda bisa membuktikan, mengapa goa ini dinamakan Goa Nonong. Untuk mencapai Goa Nonong tidaklah sulit, Tempatnya tidak jauh dan mudah ditemukan. Dari Kota Blitar kurang lebih berjarak 7 KM.  Jika Anda telah sampai ke Kota Bliatar, cari jalan kearah Tulungagung lintas selatan. Jika Anda telah melaui jembatan Kademangan beloklah ke kiri melewati Pasar Kademangan lurus ke selatan sampai pada perempatan kantor kelurahan Kademangan belok ke kiri ke arah timur, arah Kampung Coklat. Setelah melewati Kampung coklat  ada pertigaan beloklah ke kanan telusuri jalan beraspal sampai pada pertigaan ( terakhir jalan beraspal),  Dari pertigaan ini Anda sudah disuguhi dengan pemandangan yang elok, sawah terbentang di segala arah, sungai yang membentang, dan tampak perbukitan yang megah. Dari pertigaan itu beloklah ke kanan melewati area persawahan. Setelah sampai jembatan beloklah kekiri melintasi sungai, sampai pada beberapa rumah penduduk. Di dekat rumah penduduk Anda akan menemukan jalan setapak, itulah jalan menuju Goa Nonong. Anda akan melewati hutan kecil. Begitu memasuki jalan setapak sudah terasa kesejukan udara dan kerindangan pepohonan. Telusurilah jalan setapak ini sampai Anda menemukan lokasi Goa Nonong.
View dari dalam goa nonong

Yang perlu Anda ketahui untuk menuju ke Goa Nonong Anda tidak bisa menggunakan mobil, hanya bisa menggunakan sepeda motor karena belum ada akses jalan raya. Jalan setapak menuju Goa Nonong sangat sempit, berbatu, dan menanjak namun bisa dilalui oleh sepeda motor. Jalan ini bisa dikembangkan menjadi arena crossing.  Anda harus hati-hati ketika melintasi jalan ini, jika tidak hati-hati sepeda motor Anda bisa terantuk batu. Anda akan merasakan sendiri sensasi ketika melewati rute ini. Bak crroser  Anda akan terguncang-guncang. Setelah kurang lebih 1 KM perjalanan, Anda akan melihat  Goa Nonong di puncak bukit. Di bawah Goa Nonong belum ada lahan parkir. Anda bisa memarkir kendaraan Anda pada lahan yang agak luas dan kuci stangnya. Petualangan Anda tidak berhenti di situ. Masih ada tantangan yang harus anda lakukan untuk menaklukan alam.
Untuk mencapai Goa Nonong Anda harus menapaki jalan setapak, kecil, licin dan menanjak. Jalan tersebut masih berupa tanah, banyak pohon-pohon berduri, dan banyak kerikil-kerikil. Anda harus berjalan hati-hati agar tidak terperosok dan tertusuk duri. Usahakan Anda memakai sepatu yang ringan dan tidak licin agar tidak tergelincir. Penuh perjuangan memang kalau ingin sampai di Goa Nonong. Namun Anda jangan mudah menyerah. Dengan berpetualang Anda akan merasakan manfaat yang luar biasa, Anda menjadi yakin akan kemampuan Anda, yakin bahwa kalau ada niat dan usaha pasti akan bisa meraih.
Landscape yang indah dari goa Nonong

Petualangan yang Anda lakukan tidak akan sia-sia, petualangan Anda akan terbayar begitu sampai di Goa nonong. Goa yang eksotis, masih alami, dan unik. Disamping goa terpampang tebing-tebing yang megah. Tebing ini bisa dimanfaatkan sebagai area penjat tebing bagi yang gemar berpetualang. Dari mulut goa Anda bisa melihat panorama persawahan di bawah yang begitu indah, damai, dan menyegarkan mata. Alhamdulillah Tuhan menciptakan alam yang begitu indah. Kalimat syukur akan terlontar begitu Anda menatap panorama ini. Anda bisa memasuki bagian dalam goa dengan mudah. Memang goa ini tidak begitu besar, namun keunikan bentuk dan letaknya yang berada di puncak bukitlah yang menjadi daya tarik. Namun sangat disayangkan banyak tangan-tangan jahil pengunjung yang mencoret-coret dinding goa. Coretan ini sangat mengurangi kondisi alami dan merusak pemandangan.

Setelah sampai di Goa Nonong, barulah Anda tahu, mengapa goa ini dinamakan Goa Nonong. Lihat saja bentuknya dari samping, seperti dahi orang yang menonjol yang biasa disebut Nonong. Itulah yang menjadi penyebab mengapa goa ini dinamakan Goa Nonong. Anda harus bersyukur jika bisa mengunjungi goa ini karena goa ini belum banyak dikunjungi wisatawan karena memang belum dikelola oleh pemerintah daerah atau Dinas Pariwisata. Di sisi lain goa ini belum banyak  dipromosikan di berbagai media.

Lintasan yang terjal, berbatu, dan menanjak merupakan daya tarik bagi sang petualang. Keunikan Goa Nonong yang berada di puncak bukit menimbulkan berbagai pertanyaan, bagaimana bisa terjadi seperti itu akan menambah daya tarik wisatawan. Karena itulah kawasan ini bisa dikembangkan menjadi obyek wisata yang bisa menambah pesona kelurahan Kademangan khususnya dan Kabupaten Blitar pada umumnya. Selain itu juga membawa manfaat bagi penduduk di sekitarnya. Penduduk bisa membuka lahan parkir dan membuka warung. Apalagi untuk menjangkau Goa Nonong tidaklah sulit. Semoga wisatawan tidak lagi merusak goa dan alam sekitarnya. www.blitarkab.go.id

GALERI FOTO